Posts in Category: Bisnis Pesawat

Bisnis Penerbangan Tak Melulu Untung

Bisnis penerbangan mungkin terlihat akan sangat menguntungkan, bagaimana tidak, untuk menggunakan jasa pesawat atau helikopter untuk berbagai kebutuhan tidaklah murah. Untuk penerbangan komersil sendiri, tiket pesawat untuk keberangkatan bukanlah murah dan ini menjadikan pesawat masih menjadi transportasi kelas A.

Memang ada banyak hal yang membuat tiket pesawat menjadi mahal, salah satu hal tersebut adalah operasional. Setidaknya setiap maskapai harus mengeluarkan banyak uang operasional dari pesawat. Selain operasional, perawatan, penyewaan bandara serta biaya-biaya lain seperti pilot, pramugari dan staf lainnya turut membuat harga tiket tinggi.

Hal lain seperti kenaikan harga minyak dunia juga turut andil dengan tingginya harga tiket. Memang harga tiket yang mahal tak selamanya, kadang setiap maskapai penerbangan memberikan harga miring baik saat promo atau saat tertentu lainnya. Meskipun demikian, apakah benar bahwa bisnis penerbangan selalu untung?

Bisnis penerbangan juga dapat rugi

Sama seperti bisnis-bisnis lainnya, bisnis penerbangan juga bukanlah bisnis yang tidak dapat rugi. Pada beberapa kasus, maskapai justru harus tutup karena mengalami kerugian besar seperti beberapa kasus maskapai yang pernah terjadi. Tentu hal ini menunjukkan bahwa kemungkinan untuk rugi dalam bisnis penerbangan juga ada.

Para pemiliki dan pelaku bisnis penerbangan sering kali dibuat pusing dengan naik turunnya harga minyak dunia. Dengan harga minyak yang kadang naik dan turun sangat drastis membuat penerbangan harus menyiapkan strategi agar tetap bertahan. Tentunya kualitas dan harga yang sebanding menjadi hal yang harus dipertahankan agar memiliki pelanggan setia.

Untuk penerbangan komersil misalnya, saat terjadinya liburan tentu akan memiliki banyak peminat, dan inilah saatnya bisnis maskapai memberikan layanan terbaiknya. Kecenderungan layanan yang buruk membuat stigma pada maskapai ini akan buruk pada penumpang yang pernah menggunakan maskapai tersebut. Memang tidak dapat dinilai secara keseluruhan jika terjadi layanan yang kurang baik dari maskapai yang dinaiki, namun tentu stigma ini dapat terjadi begitu saja.

Dengan hal tersebut, bisnis penerbangan atau maskapai terus dituntut untuk memberikan layanan terbaik bagi para penumpangnya. Dan tentu saja penurunan pendapatan, bahkan kerugian hingga bangkrut dapat terjadi bagi maskapai yang salah dalam menerpakan rencanan bisnisnya.

Bisnis Carter Pesawat Terimbas Anjloknya Harga Minyak

Harga minyak dunia yang anlok dibawah level USD 30 perbarelnya membuat pelaku usaha pada bidang percarteran bisnis pesawat turut mengalami kelesuan. Selain para pelaku carter pesawat, para pebisnis minya dan gas turut terkena dampak ini.

Wishnu Handoyo selaku Direktur Pelaksana PT Indonesia Transport and Infrastructur Tbk (IATA) mengatakan memang bisnis penerbangan carter baru-baru ini mengalami kendala terkait dengan anjloknya harga minyak di pasar internasional. Dengan kelemahan ini, harga minyak dan gas serta komoditas pada bisnis lainnya mulai terganggu dan merembet ke lainnya.

Wishnu Handoyo mengatakan akibat dari penurunan harga minyak dunia hingga 30 USD perbarel membuat banyak bisnis khusunya carter pesawat harus melakukan evaluasi. Evaluasi pun harus dilakukan secara besar-besaran untuk menghindari dan mengantasipasi penurunan harga minyak dunia ini.

Akibat dari penurunan harga minyak dunia

Dampak yang terjadi akibat penurunan harga minyak dunia ini pun membuat banyak sektor terganggu. Misalnya Wishnu mengatakan sektor minyak dan gas yang menggunakan pesawat untuk carter sebagai operasional akhirnya mencari alternatif lain. Transportasi darat dan laut akhirnya menjadi primadona karena dampak dari penurunan minyak dunia ini.

Adapun penurunan dari harga minyak dunia menurut Wishnu tidak akan lama. Dalam waktu yang tidak lama itu, IAT sebagai salah satu penyedia layanan carter pesawat meyakini perusahaannya dan perusahaan lain yang bergerak pada bidang yang sama dapat menyesuaikan situasi yang sedang berlangsung ini.

Penyesuaian memang harus dilakukan untuk mengurangi dampak yang terjadi akibat penurunan harga minyak dunia akhir-akhir ini. Tentunya hal ini tak cuma terjadi di Indonesia. Situasi yang sama juga ikut ikut terkena dampak karena melonjak turunnya harga minyak dunia akhir-akhir ini.

Ada banyak faktor yang membuat harga minyak dunia mengalami penurunan. Tentu hal ini menjadi warning bagi negara-negara yang terlalu mengandalkan sektor minyak bumi sebagai penghasilan negaranya.